Business

Games

Labels

Ads

Senin, 06 Februari 2017

MASYA ALLAH......LAGI-LAGI PAK JOKOWI SALAH DALAM BERWUDHU,, ADA APA DENGAN PAK JOKOWI DI INGATKAN MALAH MARAH-MARAH,..APES MAK JANG PAK FAJAR


Mantan Sekda DKI Fadjar Panjaitan pernah mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi yang salah dalam berwudhu sebelum Shalat Jumat. "Fadjar melihat cara wudhu Jokowi salah, trus diingatkan.

Ternyata Jokowi tak terima. Setelah salat Jumat Fajar dipanggil menghadap #represif," tulis Ragil Nugroho di akun Twitter-nya, @ragilnugroho1, Minggu (4/5).> Masih menurut Ragil, dalam pertemuan itu, Jokowi merasa tersinggung cara mengingatkan cara berwudhu yang dilakukan Fadjar. "Dlm pertemuan itu Jokowi tersinggung krn seolah2 dia gak tau wudhu. Fajar dikasih," kicau Ragil>

*****
Demikian kutipan dari twit tentang Jokowi yang berwudhu dengan tidak benar. Boro-boro memaklumi dan berterima kasih, pria (konon) mualaf ini tidak terima dan merasa dipermalukan bawahannya. Lho, bukannya Jokowi itu pria yang humble, andap asor, mau menerima kritikan dan low profile? Wah jangan-jangan ini serangan cyber yang tidak patut dan kuat nuansa fitnahnya?


Fadjar pria batak ini betul-betul memperlihatkan sikap dan watak sukunya yang terkenal apa adanya dan ceplas-ceplos. Melihat syarat sah sholat adalah wudhu yang benar membuat mantan Sekda ini menjelaskan bahwa urutan dan cara yang salah yang dilakukan oleh Jokowi. Betul-betul perangai yang manipulatif dan penuh dengan topeng-topeng. Artifisial! Kosmetis prilaku yang murahan!

Padahal jika itu benar-benar terjadi bisa dibayangkan betapa orientasi keduniawian mengalahkan masa depan yang abadi. Duniawi yang mengantarkannya menjadi orang nomor satu saat ini di ibukota Indonesia. Sholat jum'at bagi penganut Islam sunni adalah kewajiban tiada terperi kecuali ada halangan yang syar'i. Menunaikannya tentu harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada.

Hmmm...ternyata si cengengesan memiliki mentalitas megalomanic. Payah! Apa yang hendak dikata ada seorang muslim yang wudhunya tidak benar malahan tidak terima dikoreksi agar bisa membuat sholatnya diterima dan juga memanggil dan menegur sang bawahannya?

Penggunaan wewenang yang tidak sepatutnya dilakukan? Bagaimana nanti ya?

Apalagi juga tersiar berita betapa Jokowi nglunjak dan sangat kurang ajar dengan memaksa untuk bisa shalat di ruang pribadi dari sesepuh dan pengasuh pondok pesantran Al Anwar Rembang,

KH Maimoen Zubair. Betul-betul masyarakat sangat dibatasi untuk mengetahui perangai asli dari Jokowi yang ternyata selfish, arogan dan kurang ajar. Salam Anti Menggunakan Wewenang Jabatan!
[sumber]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.